Indonesia adalah Negara nomor tiga
penghasil kakao terbesar didunia setelah Ghana dan Pantai Gading , atau
setera dengan 15 persen kakao dunia. Salah satu keunggulan Kakao
Indonesia dibandingkan kakao dari negara lain yaitu mempunyai titik
leleh bubuk coklatnya yang tinggi hingga mencapai 33 derajat Celsius.
Tahun 2008 Total produksi kakao kurang lebih 721.780 ton, dengan luas
areal 1.455.777 ha dan mampu menyerap 1.526.271 kepala keluarga. Secara
umum kakao nasional masih memiliki permasalahan mendasar yaitu kualitas
rendah akibat tidak difermentasi dan pengeringan yang tidak sempurna
menyebabkan tumbuhnya jamur.
Kondisi ini berdampak pada ekspor kakao Indonesia yang sering terkena
“automatic detention” yaitu produk yang masuk tidak memenuhi
persyaratan negera importir sehingga dimusnahkan atau dikembalikan ke
Negara importir. Produk kakao yang diekspor sebagian besar tidak
difermentasi sehingga melemahkan posisi tawar dimata konsumen dunia.
Kondisi ini dirasakan sangat memprihatinkan, direktur eksekutif
Asosiasi Industri kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya memprediksi
ekspor kakao Indonesia Tahun 2009 mengalami penurunan 30 % atau total
ekspor hanya 248.000 – 406.000 ribu ton atau setara dengan potensi
kehilangan pendapatan ekspor sebesar USD.57 juta – USD 114. Juta. tidak
ingin kehilangan potensi tersebut diatas saat ini pemerintah mulai
melakukan upaya yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir dengan
satu tujuan yaitu menghasilkan kakao yang berkualitas, baik untuk
memenuhi pasar dalam dalam negeri maupun pasar ekspor.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah pencanangan Gerakan
Kakao Fermentasi Untuk Menunjang Industri Kakao Dalam Negeri yang akan
dilaksanakan nanti di Luwu, Sulawesi Selatan pada tanggal 23 November
2009. Gerekan pencanangan ini bertujuan menyadarkan petani bahwa
pentingnya fermentasi dan pengeringan yang sempurna dilakukan jika
ingin kakao lebih dihargai di pasar, karena dari fermentasi akan
menghasilkan cita rasa, aroma, warna dan bentuk yang lebih baik dan ini
lebih diterima di pasar dunia.(hn.humas.pphp.dari berbagai sumber) |
|